Beranda PERISTIWA Demonstran Tuntut Pembebasan 1.500 Oposisi Yang Ditahan Polisi Rusia.

Demonstran Tuntut Pembebasan 1.500 Oposisi Yang Ditahan Polisi Rusia.

38
Demonstran
Foto: Ilusttrasi pengamanan unjuk rasa di Rusia.
Dikutif dari Reuter  bahwa Demonstran menuntut pembebasan 1.500 orang oposisi yang ditahan polisi Rusia, Sabtu (23/01/21).

Pasalnya Kepolisian Rusia disebut telah menangkap lebih dari 1.500 orang massa demonstran yang menuntut pembebasan tokoh oposisi, Alexei Navalny, di sejumlah daerah negara tersebut.

Bukan hanya di Moskow yang merupakan ibu kota Rusia, aksi demonstrasi juga terjadi di wilayah Timur Jauh Rusia dan Siberia pada Sabtu (23/1/21).

Diketauhi, Navalny sebelumnya ditahan pemerintah Rusia karena mengkritik pusat pemerintahan negara tersebut, Kremlin pekan lalu saat kembali ke Moskow dari Jerman.

Sebelum penangkapan, polisi melarang massa untuk berdemonstrasi karena cuaca dingin yang ekstrem, juga risiko penularan Covid-19. Namun, massa mengabaikan larangan itu dengan melakukan unjuk rasa di tengah cuaca dingin.

Sebuah video viral yang merekam aksi unjuk rasa di Vladivostok menunjukkan polisi huru-hara tengah mengejar sekelompok pengunjuk rasa di jalanan. Penangkapan juga terjadi di kota Yakutsk, Siberia, yang merupakan salah satu kota terdingin di dunia dengan temperatur minus 52 derajat Celsius.

Sementara di ibu kota Rusia, Moskow, polisi memasang barikade di sekitar Lapangan Pushkinskaya, yang tampak sebagai bentuk upaya menggagalkan aksi demonstrasi yang dijadwalkan mulai pada pukul 14.00 waktu Moskow. Reuters melansir taksiran jumlah demonstran mencapai sekitar 4.000 orang.

Sebuah kelompok pengawas isu penegakan hukum di Rusia, OVD-Info, mengatakan mereka mendata ada 1.614 orang yang ditahan, termasuk sebanajk 513 di Moskow dan 212 di St Petersburg. Reuters melansir aksi tersebut terjadi di hampir 70 kota di negara tersebut.

Salah satu demonstran di Moskow, Sergei Radchenko, 53, mengatakan, “Saya lelah menjadi penakut. Saya melakukan [unjuk rasa] ini bukan untuk diri saya dan Navalny, tetapi untuk anak laki-laki saya karena tidak ada masa depan dari negeri ini.”

[*to-65]

Baca Juga: Penangkapan Ikan Secara Illegal Di Perairan Kotim Menjadi Perhatian DPRD Kotim