Beranda PERISTIWA Apa Itu Penyakit hati berlemak non-alkohol, Ini Gejala Dan Cara Pencegahannya!

Apa Itu Penyakit hati berlemak non-alkohol, Ini Gejala Dan Cara Pencegahannya!

82
hati

Penyakit hati berlemak non-alkohol (NAFLD) adalah istilah medis yang disebabkan oleh penumpukan lemak di hati. Kondisi ini biasnaya umum terjadi di antara orang yang kelebihan berat badan dan obesitas.

Penyakit perlemakan hati non-alkohol mencakup spektrum penyakit hati mulai dari steatosis hingga steatohepatitis nonalkohol (NASH) dan sirosis. Menurut American Association for the Study of Liver Diseases, penyakit ini didefinisikan sebagai penumpukan lemak di hati yang melebihi 5% hingga 10% menurut beratnya, sebagaimana ditentukan dari persentase hepatosit sarat lemak dengan mikroskop cahaya. Steatosis yang disebabkannya biasanya bersifat makrovesikuler daripada mikrovesikuler. Konsumsi alkohol tidak boleh melebihi 14 U/minggu (20 g/hari), dan virus (hepatitis B dan C), toksin, autoimun (antibodi antinuklear dan anti-otot polos yang meningkat dengan jelas), dan penyebab steatosis lainnya (penyakit Wilson, hipobetalipoproteinemia) harus disingkirkan

 

hati

Ada beberapa tahapan NAFLD yang berbeda dan setiap tahapan menunjukkan gejala-gejalanya sendiri. Tetapi, gejala NAFLD biasanya tidak muncul pada tahap awal.

Meski begitu, NHS mengatakan sirosis bisa berkaitan dengan tahapan lanjutan dari kondisi tersebut. Sirosis adalah jaringan parut (fibrosis) hati yang disebabkan oleh kerusakan hati jangka panjang.

Jika sirosis berkembang, Anda bisa mengalami gejala yang lebih parah, seperti pembengkakan pada tungkai, pergelangan kaki, kaki atau perut. Tanda-tanda lain dari sirosis termasuk kulit yang menguning, bagian putih mata dan kulit yang gatal.

hati

Saat ini, belum ada perawatan khusus untuk mengatasi NAFLD, tetapi perubahan gaya hidup bisa mencegah kondisi ini semakin buruk. Salah satu tindakan pencegahannya adalah menurunkan berat badan.

“Cara ini bisa membalikkan penumpukan lemak dan beberapa fibrosis di hati,” jelas NHS dikutip dari Express.

Tapi, menurunkan berat badan terlalu cepat juga tidak baik. Karena, cara ini bisa menyebabkan masalah pada hati.

Cara paling efektif untuk menurunkan berat badan adalah melakukan olahraga teratur dan latihan khusus untuk menargetkan masalah NAFLD secara langsung.

Faktanya, penelitian yang diterbitkan dalam British Medical Journal (BMJ) menemukan bahwa latihan ketahanan secara khusus meningkatkan NAFLD terlepas dari perubahan berat badan.

Namun, para peneliti menyimpulkan bahwa dampak jangka panjang dari latihan ini terhadap NAFLD juga membutuhkan evaluasi. Latihan ketahanan adalah segala bentuk latihan yang membuat Anda bekerja melawan beban atau gaya.

Jika Anda minum alkohol, pastikan tidak mengonsumsinya berlebihan. Anda seharusnya tidak minum lebih dari 14 botol alkohol setiap minggunya.

Jika Anda menderita NAFLD, Anda harus berusaha untuk konsumsi makanan sehat dan seimbang. Pilihlah karbohidrat dan biji-bijian utuh, seperti roti, nasi dan pasta yang tinggi serat.

Pastikan pula untuk menghindari makanan dan minuman yang tinggi gula. Kurangi konsumsi lemak jenuh dan atur porsi makan Anda.

(Red)