Beranda DAERAH Kabupaten Kotawaringin Timur Kacang-Kacangan Cemilan Yang Bisa bikin Tubuh Sehat, Benarkah?

Kacang-Kacangan Cemilan Yang Bisa bikin Tubuh Sehat, Benarkah?

kacang-kacangan
Berbagai macam kacang-kacangan

Kacang-Kacangan menjadi pilihan camilan yang bagus untuk tubuh. Meskipun kandungan lema Nyemilin Kacang Bisa bikin Tubuh Sehat, Benarkah ? Kacang-kacangan menjadi pilihan camilan yang bagus untuk tubuh. Meskipun kandungan lemak dik di dalamnya tinggi, tapi lemak yang mereka miliki tergolong ke dalam lemak yang sehat. Lemak yang sehat ini memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh, salah satunya adalah untuk menurunkan penyakit jantung.

Selain lemak sehat, kacang-kacangan juga merupakan salah satu alternatif sumber serat dan protein yang bagus. Ada berbagai macam kacang-kacangan di dunia yang memiliki kandungan yang bagus untuk tubuh. Yuk kita simak pembahasanan kacang-kacangannya.

Banyak penelitian yang telah menunjukkan bahwa kacang-kacangan memiliki beragam manfaat untuk kesehatan, terutama untuk mengurangi risiko terkena penyakit jantung. Kandungan lemak tak jenuh tunggal pada kacang-kacangan ini berperan besar dalam meminimalisir risiko tersebut.

Sebagian besar lemak yang dikandung dalam kacang-kacangan merupakan lemak tak jenuh tunggal, lemak tak jenuh ganda omega-3 dan omega-6. Namun, mereka juga tetap mengandung lemak yang jenuh sehingga ada baiknya tetap memerhatikan jenis kacang-kacangan yang tepat untuk mengonsumsinya. Berikut ini adalah jenis kacang-kacangan yang memiliki beragam manfaat kesehatan.

Kacang Pistachio

Kacang ini sering ditemukan pada beragam menu makanan sehat ataupun menu khusus untuk diet. Alasannya adalah pistcahio kaya akan kandungan serat yang bagus untuk menu diet. Pistachio bisa membantu untuk mengurangi risiko penyakit jantung, di antara dengan menjaga tekanan darah, berat badan, mengurangi gejala stres oksidatif.

kacang-kacangan
Kacang Pistachio

Stres oksidatif ini berkaitan dengan banyaknya partikel bebas yang terkandung di dalam darah dan berkontribusi besar terhadap penyakit jantung. Selain jantung, pistachio juga bisa menurunkan kadar gula darah sehabis makan dan meningkatkan kolesterol HDL di dalam tubuh.

Kacang Walnuts (Kenari)

Kacang walnuts atau kenari dipercaya bisa menurunkan faktor risiko penyakit jantung. Hal ini dikarenakan kacang ini kaya akan kandungan asam lemak omega-3 alpha-linolenic (ALA). Beberapa penelitian juga mengungkapkan bahwa mengonsumsi kacang kenari bisa secara signifikan mengurangi total kolesterol LDL sekaligus meningkatkan kadar kolesterol HDL.

kacang-kacangan
Kacang Walnuts (Kenari)

Selain penyakit jantung, kenari juga bisa membantu mengurangi efek peradangan yang bisa menjadi penyebab penyakit kronis. Manfaatnya tak hanya sampai di situ saja, penelitian yang dilakukan baru-baru ini menemukan fakta bahwa mengonsumsi kacang kenari bisa meningkatkan kemampuan kognitif yang berkaitan dengan fungsi otak.

Kacang Almond

Kacang almond merupakan kacang premium yang cukup populer di kalangan luas. Tentunya ada alasan kenapa kacang ini termasuk ke golongan kacang premium dan berharga cukup mahal. Diet yang melibatkan kacang almond di dalamnya dapat menurunkan tingkat kolesterol jahat (LDL) yang bisa berbahaya untuk kesehatan jantung.

kacang-kacangan
Kacang Almond

Kacang ini sering dimasukkan ke dalam menu diet karena terbukti bisa mengurangi berat badan dan menurunkan tekanan darah bagi orang-orang yang kelebihan berat badan. Manfaat lainnya yang berkaitan dengan obesitas adalah almond bisa menurunkan kadar gula darah sekaligus mengurangi risiko peradangan bagi para pengidap diabetes tipe 2.

Selain untuk tubuh secara langsung, kacang ini juga memiliki manfaat untuk kinerja mikrobiota di dalam sistem pencernaan dengan mendukung pertumbuhan bakteri usus yang menguntungkan seperti Lactobacillus dan Bifidobacteria.

Kacang Pecan

Namanya mungkin sedikit tidak familiar dibandingkan dengan tiga kacang di atas. Umumnya, kamu bisa menemui kacang pecan ini di hidangan pencuci mulut. Dengan menggunakannya, hidangan pencuci mulut kamu pun akan kaya akan nutrisi yang bagus untuk kesehatan.

kacang-kacangan
Kacang Pecan

Kacang pecan ini berperan untuk menurunkan kadar kolesterol jahat pada orang-orang dengan kadar kolesterol yang normal. Sama seperti kacang lainnya, pecan juga mengandung polyphenols, senyawa yang berperan sebagai antioksidan di dalam tubuh.

Kacang Macadamia

Salah satu kacang premium ini merupakan kacang yang sulit untuk ditemukan. Selain karena masa panennya yang lama, faktor permintaan yang tidak sebanding dengan ketersediaan barang juga membuat kacang ini menjadi langka. Lalu kenapa kacang macadamia menjadi salah kacang yang diburu? Jawabannya adalah karena kacang ini kaya akan nutrisi dan mengandung lemak tak jenuh.

kacang-kacangan
Kacang Macadamia

Kacang ini memiliki banyak sekali manfaat kesehatan, terutama untuk kesehatan jantung. Hal ini disebabkan macadamia mengandung lemak tak jenuh yang tinggi. Beberapa penelitian juga menyebutkan diet yang kaya akan macadamia bisa menurunkan total kolesterol dan kolesterol jahat (LDL) bagi orang-orang yang kadar kolesterolnya tinggi.

 

Kacang Mete

kacang-kacangan
Kacang Mete

Kandungan nutrisi yang dimiliki kacang mete bisa memberikan manfaat kesehatan bagi orang-orang memiliki gangguan sindrom metabolisme. Mulai dari meningkatkan tekanan darah, berperan sebagai antioksidan, dan meningkatkan gula darah. Penelitian lainnya menyebutkan, kacang mete juga berperan dalam menu diet untuk meningkatkan kolesterol baik (HDL) di dalam tubuh.

Kacang Tanah

Tidak seperti kacang lainnya di daftar ini, kacang ini bukanlah kacang dari pepohonan, tapi berasal dari famili legume. Meskipun demikian, kacang tanah tetap memiliki nutrisi yang sama dengan kacang-kacangan lainnya. Manfaatnya bisa dirasakan mulai dari usia dini sampai lanjut usia.

kacang-kacangan
Kacang Tanah

Ibu yang sedang hamil bisa menurunkan risiko bayi terkena penyakit asma atau alergi pernapasan dengan mengonsumsi kacang tanah setidaknya satu kali dalam seminggu. Selain itu, kacang tanah yang telah diolah menjadi selai kacang juga bisa menurunkan kadar diabetes tipe 2.

Sayangnya, kacang ini mudah didapatkan dan sering diolah dengan bahan lainnya seperti gula, minyak, dan yang lainnya. Campuran inilah yang justru bisa menghilangkan manfaat kacang tanah tersebut. Oleh karena itu, pilihlah kacang tanah yang murni, belum digarami, atau diberikan rasa-rasa tertentu.

Kacang Brazil

Kacang ini merupakan kacang yang kaya akan nutrisi dan segudang manfaat di dalamnya. Memiliki ukuran yang besar, kacang brazil bisa memberikan asupan lemak, karbohidrat, dan protein untuk beraktivitas seharian. Kacang brazil juga menjadi kacang yang kaya akan kandungan selenium. Mineral ini berperan sebagai antioksidan yang digunakan untuk melindungi beragam fungsi tubuh.

kacang-kacangan
Kacang Brazil

Selain itu, kacang ini juga bisa menurunkan kadar kolesterol, dan meningkatkan fungsi pembuluh darah pada remaja yang mengalami obesitas. Kandungan fenol pada vitamin E-nya juga membantu melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas di dalam darah.

Kacang Hazelnut

Kacang yang berasal dari pohon Corylus ini memiliki rasa yang mani dan cocok untuk dimakan langsung sebagai camilan. Meskipun sebagai camilan, hazelnut tetap memiliki beragam nutrisi di dalamnya. Kandungan serat di dalamnya sangat tinggi sehingga bisa membantu melancarkan sistem pencernaan.

kacang-kacangan
Kacang Hazelnut

Vitamin E yang dikandungnya memiliki senyawa antioksidan yang bisa menjaga tubuh dari stres oksidatif yang bisa menyebabkan kanker. Selain itu, pada beberapa penelitian juga menyebutkan hazelnut memiliki kemampuan untuk menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) yang bisa meningkatkan risiko penyakit jantung.

Kacang-kacangan merupakan salah satu camilan sehat yang enak untuk dikonsumsi karena memiliki beragam nutrisi di dalamnya. Namun, konsumsilah kacang-kacangan yang tidak ditambahkan bahan lainnya atau hanya diproses seminimal mungkin.

Hal ini dikarenakan ada banyak bahan campuran lain untuk mengolah kacang yang tinggi akan kandungan gula atau garam di dalamnya. Hasilnya, manfaat-manfaat kesehatan yang tadinya bisa dirasakan pun tereduksi secara signifikan.

 

 

Facebook Comments

Iklan Indeks Iklan Indeks1