Beranda Kabupaten Kotawaringin Timur 4 Kali Keluar Masuk Penjara Kini Berulah Lagi

4 Kali Keluar Masuk Penjara Kini Berulah Lagi

31
penjara
Kapolres Kotim AKBP Abdoel Harris Jakin, saat mengintrogasi tersangka
SAMPIT – Sudah 4 kali keluar masuk penjara, masih belum kapok juga Kakek berinisial KS alias Iyan (50), bandar sabu kini berulah lagi untuk yang kelima kalinya.

Sebagaimana yang disampaikan Kapolres Kotim AKBP Abdoel Harris Jakin, saat press release,Senin (01/03/21).

Bahwa Satresnarkoba Polres Kotim, kembali meringkus kakek budak sabu ini, di sebuah barak Jalan Mukti, Kelurahan Kota Besi Hilir, Kecamatan Kota Besi, yang merupakan residivis kambuhan.

Baca Juga: Kabar Duka Datang dari Polres Kotim, Aipda Yano Meninggal Dunia Akibat Tenggelam di DAS Mentaya

“Tersangka ini sudah 4 kali masuk penjara. Dan akan kembali diproses atas kasus yang sama ke lima kalinya, yakni kepemilikan 58,63 gram sabu,” kata Kapolres

Menurut Jakin Dia masuk penjara pertama kali pada tahun 2003 lalu. Kala itu dirinya diproses hukum atas dasar pemakaian sabu.

Setelah itu, pada tahun 2007, kakek tersebut kembali masuk bui setelah polisi meringkusnya karena menjadi pengedar dengan barang bukti 1 gram sabu.

Meski dua kali masuk penjara, kakek 1 orang cucu ini kembali menjalankan bisnis haram tersebut pada tahun 2010 silam, dengan barang bukti 4 gram sabu yang didapatkan oleh aparat kepolisian.

Selama di jeruji besi, dia kembali terlibat atas peredaran sabu di Lembaga Pemasyarakatan Palangka Raya pada tahun 2014. Sehingga kembali diproses hukum atas kasus itu.

“Hari ini merupakan yang ke lima tersangka terlibat narkoba. Tidak tanggung, dia kami kategorikan bandar karena sabu yang kami temukan di tangannya lebih dari setengah ons,” ujar Jakin.

Dengan demikian Kapolres akan berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) nantinya, dengan harapan membuat jera residivis kambuhan ini tidak lagi menjalankan bisnis haramnya dengan ancaman penjara paling lama.  [*to-65]

Baca Juga: Polres Kotim Lakukan Press Release Pengungkapan Kasus Illegal Mining