Beranda DAERAH Pembangunan Daerah Dengan Gandeng Pihak Swasta Di Kotim

Pembangunan Daerah Dengan Gandeng Pihak Swasta Di Kotim

122
PEMBANGUNAN

Ketua DPRD Kotawaringin Timur, Rinie Anderson meminta kepada Pemerintah Daerah Kotim untuk dapat mensiasati kekurangan anggaran  pembangunan dengan menggandeng pihak swasta untuk dapat berkontribusi.

Menurutnya salah satunya seperti yang dilakukan Pemerintahan Daerah Kotim sebelumnya dengan  membangunan secera konsersium membuka akses jalan bersama-sama perusahaan pihak swasta.

“Kita ketahui bahwa kondisi anggaran kita ini sangat terbatas, apalagi dengan adanya pandemi Covid-19 ini. Sementara pembangunan harus terus berjalan untuk kepentingan masyarakat banyak,” kata Rinie, Senin, 1 Maret 2021.

BACA JUGA : DPRD Kotim : Tugas Tim Karhutla Bukan Padamkan Api Saja, Petakan Titik Rawan dan Edukasi Masyarakat untuk Pencegahan

Dengan pembangunan daerah yang kita lakukan secara berkesinambungan tidak boleh berhenti dengan adanya pandemi Covid-19, maka diperlukan pihak swasta untuk membantu pembangunan daerah Kabupaten Kotim.

“ Pihak swasta jangan hanya berinvestasi usaha saja di Kotim, tapi harus ikut berperan dalam Pembangunan Daerah,” tukasnya.

Ditambahkan Rinie, salah satunya Pihak Swasta dapat melakukan pembangunan dengan membuka akses jalan-jalan desa yang berada disekitar usahanya.

“ Buka jalan-jalan desa yang ada dilingkungan lokasi usaha pihak swasta merupakan bagian dari kontribusi nyata program kepedulian sosial masyarakat,”ucapnya.

Asumsi anggaran yang diperlukan tidak besar jika dikerjakan secara gotong royong. Seperti dicontohkannya jalan penghubung antar desa dan kecamatan itu paling tidak sudah terkoneksi jalur darat semua.

“Perusahaan itu rata-rata punya alat berat, jadi kalau ada kegiatan pembukaan jalan tinggal dikerahkan alat itu, jadi biayanya saya kira bisa ditanggung bersama perusahaan yang punya komitmen dengan daerah, dengan demikian daerah juga terbantu,” tandasnya.

Ia mendorong agar pemerintah kabupaten memprioritaskan pelayanan kepada perusahaan yang sudah memiliki aksi nyata untuk membantu pemerintah kabupaten. Sebagai feedback-nya maka tidak salah pemerintah memberikan layanan yang maksimal dan kapan perlu investasi yang peduli daerah ini mesti dibantu dan daerah memback up mereka.

“Namun jika sebaliknya investasi justru tidak ada kepedulian maka pemerintah juga harus punya sikap dan ketegasan pula,” pungkasnya.

(Red)