Beranda Uncategorized Warga Keluhkan Harga Elpiji Subsidi 3 Kg Mencapai Rp 30 Ribu di...

Warga Keluhkan Harga Elpiji Subsidi 3 Kg Mencapai Rp 30 Ribu di Wilayah Desa Eka Bahurui

90
Gas LPG 3 kilogram bersubsidi
Harga elpiji  subsidi 3 kg di tengah masa pandemi COVIT-19 ini, semakin meningkat dari Rp 25 ribu hingga mencapai Rp 30 ribu. Tentunya menjadi keluhan bagi warga kalangan menengah kebawah.

Hal ini menjadi tanggapan yang serius bagi pihak terkait guna menindak lanjuti dengan adanya keluhan warga, agar elpiji 3 kg tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET), khususnya di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Pilihan untuk menggunakan gas elpiji subsidi 3 kg merupakan keberhasilan program pemerintah pada tahun 2017 yang lalu.

Dalam mempromosikan tentang efisiensi penggunaan kompor berbahan bakar gas kepada kalangan menengah kebawah untuk memenuhi kebutuhan memasak sehari-hari di bandingkan penggunaan kompor minyak pada masa sebelumnya dengan pertimbangan pemberian subsidi harga oleh pemerintah.

Namun mirisnya program yang seharusnya membantu masyarakat kalangan menengah kebawah dalam pelaksanaannya malah tidak sesuai harapan, baik berupa HET, dan isi serta ketersediaan.

“Saya berharap pengawasan oleh pihak terkait juga harus memperhatikan aturan pemerintah tentang ketentuan harga agen, harga tebus pangkalan ke agen, dan harga eceran pangkalan HET kepada masyarakat,” kata warga yang enggan disebutkan namanya, kepada Indeksnews.com, Selasa (30/3).

“Kalau HET Rp 18 ribu nyatanya di pangkalan seputar wilayah Desa Eka Bahurui Kecamatan Metawa Baru Ketapang Kotim, di jual harga 25 ribu hingga 30 ribu, ini harus ada peran aktif pihak terkait serta tindakan tegas dalam melakukan evaluasi terhadap agen dan pangkalan,” ujar nara Sumber.

Mengingat elpiji 3 kg merupakan salah satu program yang di subsidi oleh pemerintah. “Ya harus diawasi ketat, bila perlu diberikan sangsi pencabutan izin terhadap agen dan pangkalan yang nakal,” paparnya.

Sedangkan ketentuan harga HET, sudah menjadi keputusan yang dituangkan dalam peraturan pemerintah dimana harga terima ke titik agen adalah Rp12.750.

Sementara harga angkut sampai di pangkalan dengan jarak tempuh di bawah 60 kilometer di bandrol Rp2.750.

Sehingga keuntungan yang diperoleh agen dari penjualan pangkalan kepada konsumen menjadi Rp2.500 per tabung dengan ketentuan HET Rp18.000.

(Kar/Indeks News Kalteng)