Beranda DAERAH Kabupaten Kotawaringin Timur Angka Pelanggaran dan Kecelakaan Lalulintas di Kotim di Dominasi Anak di Bawah...

Angka Pelanggaran dan Kecelakaan Lalulintas di Kotim di Dominasi Anak di Bawah Umur

Pelanggaran
Keterangan Gambar: Kasat Lantas Polres Kotim AKP SALAHIDDIN
SAMPIT – Angka Pelanggaran dan Kecelakaan Lalulintas di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah, didominasi anak dibawah umur.

Sebagaimana dikatakan Kasat Lantas Polres Kotim AKP Salahiddin, Selasa 15 Desember 2020 kepada wartawan Indeksnews.kalteng.com.

“Angka pelanggaran dan kecelakaan lalulintas jalan di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, didominasi oleh anak dibawah umur, secara yuridis mereka itu belum bisa mengendarai kendaraan bermotor,” ujar Kasat Lantas.

“Lantaran mereka belum memiliki SIM (Surat Izin Mengemudi), karena syarat formilnya minimal umurnya 17 (tujuh belas) tahun, sekarang banyak kita jumpai anak-anak kita dijalan raya mengendarai sepeda motor,” kata Saladdin.

“Untuk itu dimohon kepada semua orang tua masing-masing bisa membatasinya, bisa memikirkan 2 (dua) kali sebelum konci motor diserahkan kepada anaknya, bahwa kasih sayang itu tidak harus memberikan sepeda motor, bisa diantar dan dijemput oleh kedua orang tuanya atau saudaranya ke sekolah,” harapnya.

“Karena itu kita harus memikirkan jangan sampai kasih sayang yang kita berikan itu malah menjadi malapetaka kecelakaan bagi putra-putri kita,” jelas Kasat.

“Seringkali keteledoran kita memberikan sepeda motor kepada anak-anak dan dia belum bisa menguasai screeding tentang keselamatan di jalan raya. Untuk itu perlu kita garis bawahi di jalan raya itu selain kita masih ada pengendara lain,” papar Kasat.

“Yang mana disitu harus kita hormati sesama pengendara, harus sopan santun di jalan raya, harus saling menghargai, sehingga keselamatan itu bisa terwujud,” terang Kasat.

“Dan ingat bahwa kecelakaan itu pasti di awali oleh pelanggaran lalulintas,”STOP PELANGGARAN, STOP KECELAKAAN,” keselamatan untuk kemanusiaan,” tegas Kasat.

Menurut Kasat Lantas pihaknya sudah pernah melakukan kerjasama dengan pihak sekolah, untuk bisa membatasi anak-anak pelajar yang notabene tidak memiliki SIM, dan masih dibawah umur.

BACA JUGA   Begal Payu Dara Wanita Muda Harus Diwaspadai di Kotim

“Anak-anak nanti tidak boleh membawa motor ke sekolah, kemudian dari orang tuanya harusnya bisa diantar dan dijemput. Memang berat bagi orang tuanya yang mungkin lagi sibuk dan lain-lain,” lanjutnya.

“Tapi kalau dia (orang tua) kasih sayangnya yang sangat luar biasa sama putra-putrinya, maka saya yakin dia pasti bisa menyempatkan waktunya untuk mengantar dan menjemput putra-putrinya,” tambah Kasat.

“Lebih sehat lagi kalo orang tua kasih anaknya sepeda pancal kepada putra- putrinya, untuk pulang-pergi ke sekolah, untuk meningkatkan imum tubuh, agar bebas dari Covid-19, disamping itu anak-anak bisa selamat ke sekolah dalam hal berkendaraan dengan menggunakan sepeda, dia akan lebih sehat fisiknya,” pungkas Kasat Lantas Polres Kotim.

[*to-65].

Baca Juga: Ada 3 Pesan Yang di Sampaikan Satlantas Polres Kotim Saat Lakukan Giat

Facebook Comments

Iklan
Artikulli paraprakCegah Covid-19, PT.Gawi Bahandep Sawit Mekar Bersama PT. Mega Ika Khansa Berikan Bantuan 58.000 Masker di Kalimantan Tengah
Artikulli tjetërSelama 3 bulan Buron Polsek Baamang Berhasil Bekuk Spesialis Pencuri Rumah Kosong