Begal Payudara Wanita di Kotim Ditangkap Ternyata Siswa SMA

- Advertisement -
Begal payudara wanita yang terjadi di Samuda Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sudah ditangkap polisi ternya pelakunya seorang siswa SMA di Kecamatan Mentaya Hulir Selatan.

Informasi yang berhasil diperoleh media ini bahwa  Kepolisian Sektor (Polsek) Jaya Karya telah berhasil menangkap pelaku begal payudara wanita tersebut di jalan raya di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Dari informasi yang didapat, pelaku seorang pria yang masih di bawah umur dan masih duduk di bangku SMA. Pelaku begal payudara wanita tersebut sudah diamankan oleh Polsek Jaya Karya  untuk dilakukan dimediasi oleh pihak kepolisian.

BACA JUGA   Ketua GAPTA Minta Hentikan Legalisasi Surat Palsu di Peradilan

Sementara itu, saat dikonfirmasi Kapolsek Jaya Karya membenarkan bahwa pelaku telah mengakui perbuatannya. Pihaknya juga mengamankan barang bukti sepeda motor yang digunakan pelaku untuk melakukan aksi asusilanya.

“Korban nya ada 4 orang dan permasalahan tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan,” kata Kapolsek Jaya Karya AKP Supriyono, Sabtu 9 Desember 2023.

Hingga saat ini belum diketahui motif pelaku hingga nekat melakukan aksi pelecehan seksual tersebut. Pelaku terbilang nekat karena melakukan aksinya di jalan raya dan dalam keadaan ramai.

BACA JUGA   Gudang Ilegal Tempat Penimbunan BBM Subsidi Milik Oknum Polri Terbakar

Diberitakan sebelumnya, dua orang wanita berinisial berumur 25 dan 18 tahun menjadi korban pelecehan oleh orang tidak dikenal saat mengendarai sepeda motor di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Salah satu korban asusila mengatakan kejadian itu berawal saat dirinya pulang bekerja dan hendak menuju rumah nya. Namun sesampainya di Jalan Badawi Hudan sekitar pukul 15.40 WIB. Tiba-tiba dari arah belakang pelaku membuntuti korban.

“Dia (pelaku) dari arah belakang dan langsung memepet ke motor saya dan langsung memegang bagian belakang saya,” kata korban.

Setelah melakukan aksinya pelecehan pelaku langsung lari dengan sepeda motor dengan kecepatan tinggi. Korban yang saat itu dalam keadaan panik tidak sempat mengejar pelaku, demikian (Red).

- Advertisement -
Iklan
- Advertisement -
- Advertisement -
Related News