Beranda DAERAH Kabupaten Katingan Ketua Umum DPP GPPS Surati Kades Tumbang Baraoi Terkait Kejelasan Penggunan DD/ADD...

Ketua Umum DPP GPPS Surati Kades Tumbang Baraoi Terkait Kejelasan Penggunan DD/ADD TA 2020/2021

GPPS
Apriato Nandau Ketua umum  Perkumpulan DPP GPPS ( Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Peduli Pembangunan Se-Kalimantan) 
Ketua umum  Perkumpulan DPP GPPS ( Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Peduli Pembangunan Se-Kalimantan)  Apriato Nandau telah menyurati Agiansyah Kepala Desa (Kades) Tumbang Baraoi, Kecamatan Petak Malai, Kabupaten Katingan, Provinsi Kalteng, 29 Mei 2021 lalu.

Dengan nomor surat : 11/DPP-GPPS/V/2021, Perihal Mohon Salinan Informasi Publik,  terkait kejelasan  terhadap Penggunaan  Alokasi Dana Desa  (ADD) dan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2020/2021,  melalui LPJ APBDES Tahun 2020/2021,  serta Data penerima BLT 2020/2021 yang diduga kuat bermasalah.

Pasalnya menurut Apri Ketua GPPS pernyataan Kades Tumbang Baraoi bahwa Kades sudah melakukan Musyawarah Desa (Musdes) dengan masyarakat desa melalui media Tabengan tanggal 4 Mei 2021 yang lalu, sangat bertolak belakang dengan fakta yang sebenarnya.

Ilustradi BLT DD
Ilustrasi BLT DD

“Saya kira menurut Kepala Desa Tumbang Baraoi yang ada melakukan Musyawarah Desa (Musdes) yang dimaksud itu pas awalnya saja lalu itukan perlu di verifikasi dulu, dari pada hasil verifikasi itu saya duga kepala desa tidak ada mengundang masyarakat untuk duduk bermusyawarah lagi sehingga masyarakat bingung terhadap pengurangan BLT  bahkan Ketua BPD Subsidie menyatakan tidak pernah menandatangani pengurangan BLT,” ujar  Ketua GPPS.

BACA JUGA: Ormas-GPPS Laporkan Aktivitas Peti di Desa Lawang Uru, Pulpis

“Berdasarkan Video amatir yang beredar di Medsos bahwa Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD)  tidak tau atas pengurangan jumlah penerima  Bantuan Langsung Tunai  (BLT) kepada masyarakat, bahkan  Ketua BPD menyatakan tidak ada menandatangani terhadap pengurangan penerima BLT itu, lalu siapa yang tandatangani,” ungkap Apri.

“Lalu siapa yang diduga memalsukan tanda tangan Ketua BPD itu, padahal jika memperhatikan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 110 Tahun 2016 Tentang Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sudah jelas mengatur hal tersebut,” papar Apri.

Lanjut Apri,” Jika memang Kades Tumbang Baraoi  sudah melakukan  Musdes kepada masyarakat sebagaimana pernyataan Kades melalui media Tabengan Jum’at pagi (4/5/21),  tentunya masyarakat Desa Tumbang Baraoi tidak akan mengeluh dan keberatan atas kebijakan Kades,” ujar Apri Senin (07/06/21) kepada media ini.

BACA JUGA: Kantor PT CAA Masih di Segel Oleh Beberapa Ormas dan Fordayak

“Karena  setiap perencanaan penyaluran, penerima hingga pertanggung jawaban di lakukan secara terbuka kepada masyarakat melalui Musdes, namun faktanya bertolak belakang, masyarakat masih mengeluh, bingung dan masih merasa  dirugikan oleh kebijakan Kades ini,” kata Afri.

Jika permasalahan ini tidak bisa diselesaikan dengan sebaik-baiknya, maka kami dari perkumpulan Gerakan Peduli Pembangunan Sekalimantan (GPPS) akan mengawal masyarakat melaporkan kasus ini kepada pihak penegak hukum, karna tidak hanya berbicara  di BLT saja namun terhadap Pembangunan Desa dan Bumdes itu juga bagaimana, Karena jelas amanat undang-undang dan peraturan untuk penggunaan ADD/DD harus di lakukan secara terbuka, baik dari perencanaan, pelaksanaan dan pertanggung jawaban, kita tunggu saja itikad baik kepala Desa Tumbang Baraoi.

“Sampai hari ini surat kami belum mendapatkan balasan dari Kades Tumbang Baraoi, namun jika tidak ada itikat baik dari Kades untuk meresfon dan menjawab surat kami, jangan salahkan masyarakat  jika nantinya masyarakat   mengambil tindakan untuk menyampaikan laporan atau pengaduan ke penegak hukum dan tidak menutup kemungkinan masyarakat akan melakukan orasi,” saya tetap berjuang bersama masyarakat tumbang baraoi sampai persoalan ini selesai,” tegas Apri.

Sampai berita ini kami terbitkan Kepala Desa Tumbang Baraoi Agiansyah belum bisa dikonfirmasi.

[Misnato]

BACA JUGA: 3 Ormas Geram Menyikapi Provokasi Kades Parahangan Pulpis

 

Artikel sebelumyaPelaku Penusukan Ibu Hamil, Diringkus Petugas Saat Berada di Jalan Cemara Labat II Palangka Raya
Artikel berikutnyaWakil Bupati Kotim Irawati Melakukan Peletakan Batu Pertama Masjid Nur Huda