Luar Biasa Kotim Zona Hitam Peredaran Narkoba

- Advertisement -
Luar  biasa, Kotim saat ini disebut-sebut sebagai zona hitam peredaran narkoba. Hal ini disampaikan Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor.
Dia menyebut daerah yang dipimpinnya tersebut telah masuk sebagai zona hitam peredaran narkoba.

“Kotim sudah termasuk zona yang bukan merah lagi, tapi zona hitam. Sehinggga bukan hany ASN dan tenaga kontrak saja yang harus jadi perhatian,” ujarnya.

BACA JUGA   DPD KNPI Berhasil Menjalin Sinergitas Antara Pemuda dengan Polri

“Namun, masyarakat kita juga harus dapat terhindar dari narkoba,” katanya, Selasa, 14 Februari 2023.

Ia menyebut bahwa Kotim sangat terbuka, sehingga peredaran narkoba bisa dari darat, laut maupun udara.

Bahkan ia sangat prihatin narkoba telah meambah ke wilayah pelosok seperti perkebunan.

BACA JUGA   Gila! Sudah di Curi, Pria Ini Juga Menganiaya dan Perkosa Korban

“Banyak sekali yang sudah kita lakukan. Pihak aparat sudah menangkap. Tetapi ternyata itu tidak hilang dan tetap masih ada,” terangnya.

Ia menganggap hanya sebatas menangkap pelaku pengedar narkoba tidak akan membantu. Perlu kesadaran masyarakat untuk saling menjaga dari lingkup terkecil yakni keluarga.

“Karena ini sudah bukan rahasia umum. Sangat menyebar luas, perlu penanganan serius dari kita semua. Jangan sampai anak-anak kita rusak karena narkoba,” tegasnya.

BACA JUGA   735 WBP Berhasil Terima Remisi, Begini Reaksi Bupati Kotim

Ia menganggap untuk menghilangkan kasus narkoba di wilayah ini merupakan tugas berat, paling tidak pemerintah dapat meminimalisir.

Dari paparan jajaran Polres Kotim melalui Kabag Ops Kompol Samsul Bahri,  kasus narkoba di Kotim selama 2022 sebanyak 148 kasus. Mengalami peningkatan 27 kasus dari 2021.

Sebagian besar kasus ditemukan di kawasan perumahan yakni sebanyak 78 kasus. Dengan total temuan 3.876,59 gram sabu, 92,4 gram ganja sintesis, 3.502 butir carnophen, 2.014 butir dextro dan 4 gram extacy.

BACA JUGA   18 Perwira dan 46 Brigadir Dilingkungan Polres Seruyan Diperiksa Urinenya
- Advertisement -
Iklan
- Advertisement -
- Advertisement -
Related News