Iklan
Iklan

OPINI : Proyek Kegiatan Pembangunan Drainase, Diduga Asal Jadi.

- Advertisement -Iklan
SAMPIT – Program kegiatan proyek pembangunan Draenase/Gorong-gorong yang berada di sepanjang Jalan Tjilik Riwut, dalam Kota Sampit dan sekitarnya, Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah, diduga bermasalah, jadi perhatian publik terutama menjadi perhatian Petualang Jurnalis secara serius.

Proyek ini diduga kuat dibangun asal jadi alias asal-asalan, kurang mengutamakan faktor keindahan, kecantikan, kerapian, mutu dan kualitas yang diharapkan publik.

Dalam hal ini Petualang Jurnalis mencoba mencari, menelusuri dan mencermati akar permasalahan guna memperoleh informasi yang akurat selanjutnya akan disampaikan kepada publik.

Proyek

proyek
Keterangan Gambar No. 2 dan 3 Adalah Kondisi Proyek Pembangunan Graenasi/Gorong-Gorong di Jalan Tjilik Riwut, Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur Provinsi Kalimantan Tengah

Sebagaimana yang telah kita saksikan bersama bahwa secara umum atau secara kasat mata Petualang Jurnalis berpendapat proyek pembangunan Drainase/Gorong-Gorong di Jalan Tjilik Riwut, dalam Kota Sampit ini kurang memuaskan.

Mari kita lihat, kita perhatikan dan dicermati bersama bahwa proyek ini, dari faktor keindahan, kecantikan, dan kerapian bangunan, proyek tersebut menurut penulis diduga kuat kurang mencerminkan faktor yang dimaksud.

Petualang Jurnalis berasumsi faktor utama penyebabnya adalah adalah kurang cermat dan kurang matangnya perencanaan, termasuk juga kurangnya pengawasan secara intensif dari pihak terkait ketika proyek ini dikerjakan  rekanan atau kontraktor.

Untuk membuat Kota Sampit yang dikenal sebagai Kota Mentaya  dikenal juga dengan julukan Habaring Hurung sebagai kota yang Indah, Bersih, Cantik, Rapi, dan asri yang menimbulkan nilai estetika menarik dari pandang mata setiap orang.

Fakta dilapangan jelas terlihat proyek ini belum selesai 100%, belum ada tanda-tanda akan dilanjutkan, pemasangan material kurang rapi, kurang lurus, serta tinggi rendahnya kurang diperhatikan, sangat mengganggu pandangan mata yang melihatnya.

Pihak terkait sampai saat ini belum bisa ditemui untuk menjelaskan permasalahannya, apakah proyek itu sudah dikerjakan sesuai dengan kontrak, sfek  dan kualitas yang diharapkan.

BACA JUGA   Jelang Nataru 2021/2022, Pemerintah Antusias Terapkan Kebijakan

Dugaan sementara dimata Petualang Jurnalis bahwa Proses pengerjaan nya terkesan cepat dan terburu-buru yang menghasilkan karya atau hasil kurang sempurna dan sangat terlihat kurang rapi serta menimbulkan nilai estetika yang tidak menarik dilihat dari pandangan mata manusia.

Dari sudut kualitas, maka bisa dipastikan segala karya atau hasil yang dikerjakan dengan batasan waktu atau tekanan akan terlihat kasar dan diduga tidak sesuai dengan apa yang diarahkan maupun yang ditentukan.

Biasanya hasil atau karya yang tergesa-gesa akan terlihat segala kekurangan baik dari jumlah dan volume dari apa yang ditargetkan.

Dari sisi anggaran diduga sudah dapat dipastikan bahwa kualitas yang kurang sesuai dengan yang ditentukan ditambah kuantitas yang diduga kurang dari jumlah dan volume yang ditargetkan, maka besar sekali kemungkinan ada kelebihan anggaran yang diperoleh dari sebuah paket anggaran yang membiayai pembangunan itu menjadi keuntungan pihak tertentu.

Petualang Jurnalis dalam hal ini cuman berasumsi dalam bentuk dugaan bukan secara langsung menuding dan menyalahkan pihak terkait, namun hanya memberikan semacam kritik, saran dan masukan agar saling mengingatkan yang intinya akan menguntungkan semua pihak.

Selanjutnya Petualang Jurnalis berharap kepada  publik agar sama-sama monitoring pelaksanaan kegiatan apa saja yang menggunakan uang rakyat untuk membangun daerah, guna menimalisir tindak pidana korupsi yang berkaitan dengan kegiatan proyek di Bumi Habaring Hurung tercinta ini.

(*to-65)

Baca Juga: Pembiaran: Aktivitas Truk Angkutan CPO Dominasi Kerusakan Jalan di Kotim.

Facebook Comments

- Advertisement -Iklan
Iklan
- Advertisement -
- Advertisement -
Related News