Iklan
Iklan

Paket BPJS Kesehatan Harus Dibiayai Sampai Pasien Sembuh

- Advertisement -Iklan
Pasien yang berobat di rumah sakit yang menggunakan paket BPJS Kesehatan harus dibiayai sampai pasien tersebut benar-benar sembuh. Tidak ada alasan untuk dipulangkan karena hal tersebut melanggar Undang-Undang.

Sebagaimana yang disampaikan tiga Anggota Komisi IX DPR RI, yakni IRMA SURYANI CHANIAGO dari Fraksi Nasdem, KURNIASIH dari Fraksi PKS dan ABIDIN FIKRI dari Fraksi PDIP.

Menurut IRMA SURYANI CHANIAGO, “Dibutuhkan ketegasan dari Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan agar pasien tidak boleh dipulangkan sebelum pasien tersebut sembuh, karena itu melanggar Undang-Undang,” ujarnya.

BACA JUGA   Tajuk: Rakyat Perlu Tahu Berapa Gaji Wakil Rakyat Kita

Menurut KURNIASIH, “Ada beberapa catatan mereka yang pertama terkait dengan BPJS Kesehatan, dimana ada temuan bahwa pasien belum sehat tapi harus dipulangkan, baru nanti bisa masuk lagi,” ungkapnya.

“Peraturannya tidak seperti itu, sehingga ini harus diselesaikan dan tidak ada lagi kasus ataupun kondisi pasien belum boleh pulang, tapi dipulangkan karena alasan regulasi dan kuota BPJS yang terbatas. Itu tidak boleh lagi dan itu sudah kita sepakati,” terangnya.

ABIDIN FIKRI, juga menambahkan bahwa sebenarnya BPJS Kesehatan itu adalah juru bayar, dari pasien yang berobat. “Kadang-kadang dibeberapa tempat itu sudah diatur bahwa oh ini hanya tiga hari saja, ini tidak benar,” tegasnya.

BACA JUGA   600 Ton CPO Tumpah Ke Sungai Mentaya, Pelindo III Bagendang Dianggap Lalai

“Paketnya adalah BPJS itu harus dibiayai sampai sembuh, baik dari layanan kesehatan, penggunaan alat, obat dan penyembuhan penyakit, itu satu paket. Jadi ngga bisa aturan-aturan yang memberatkan pasien,” terangnya.

“Karena orang berobat ke pelayanan kesehatan itu kan ingin sembuh. Tidak bisa dibatasi harus satu hari, dua hari atau tiga hari,” pungkasnya (Red)

Sumber: Tik-Tok

BACA JUGA   Pelapor Ahok dan Ganjar Diduga Intinya Terkait Kepentingan Pilpres 2024
- Advertisement -Iklan
Iklan
- Advertisement -
- Advertisement -
Related News