Beranda PERISTIWA Jaga Persatuan Jurnalis Indonesia Harus Hindari Blok-Blok

Jaga Persatuan Jurnalis Indonesia Harus Hindari Blok-Blok

Jaga Persatuan
Zoelnasti wartawan senior asal Pasaman Barat Sumatera Barat
Guna menjaga persatuan jurnalis atau wartawan di Indonesia, mari kita sama-sama saling menghargai profesi yang mulia ini. Jangan saling sikut-menyikut dan harus hindari blok-blok.

Kompas kita sama untuk menjalankan tugas mulia ini yaitu Undang-undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1999 Tentang PERS.

Mengutif dan meneruskan tulisan Zoelnasti salah seorang wartawan senior asal Pasaman Barat Sumatera Barat berikut ini;

BACA JUGA   Mobil Avanza DA 1958 THB Terbakar Didepan SMAN 1 Sampit, Diduga Bocor Bensin

Tujuan dibentuknya Dewan Pers adalah untuk mengembangkan kemerdekaan Pers dan meningkatkan kualitas serta kuantitas Pers nasional, bukan menciptakan blok-blok antar wartawan dalam melaksanakan kegiatan jurnalistiknya.

Dewan Pers tidak berhak mensahkan dan mengakui keberadaan organisasi wartawan, organisasi perusahaan Pers, sebab semua sudah dijamin dalam UU RI Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers BAB III Pasal 7 (1) Wartawan bebas memilih organisasi wartawan.

Dan dinyatakan bahwa semua organisasi dan perusahaan Pers harus berbentuk badan hukum Indonesia, bukan berdasarkan pengesahan atau pengakuan Dewan Pers.

BACA JUGA   Terlibat Duel Maut, 1 Pria Jadi Korban Tewas Bersimbah Darah

Dewan Pers hanya berperan sebagai fasilitator, sebagaimana peran dan fungsi Dewan Pers sudah diatur dalam UU RI Nomor 40 Tentang Pers (Bab V pasal 15 ).

Jadi jelas, UU RI Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers adalah amanat yang tertera atau mengacu pada Pasal 28 UUD 1945 yakni, menjamin kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan.

Untuk itu, mari kita mengembalikan dan memaksimalkan fungsi kemerdekaan Pers sebagai wujud kedaulatan rakyat dan merupakan unsur yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara yang demokratis.

BACA JUGA   4 Pria, Kasus Narkoba Jaringan Internasional Divonis Mati Oleh Hakim, Ini Beritanya...

Semoga peran dan fungsi Dewan Pers kembali ke khitannya, agar setiap jurnalis di tanah air bisa berjalan dengan baik sebagaimana yang diharapkan.

Seperti halnya menyatakan haknya untuk berkomunikasi dalam memperoleh informasi dan menyampaikan informasi melalui pokok pikiran yang dituangkan melalui media.

Mampu dijalankan oleh insan pers dengan profesional dan terbuka, tanpa ada tekanan apalagi batasan, pelarangan dan intimidasi apa lagi pengakuan sepihak dari Dewan Pers dalam bentuk pernyataan-pernyataan tendensius demi kepentingan sekelompok mavia Pers.

BACA JUGA   Polri Ingatkan Untuk Waspada Terhadap Penyusup.

Sejatinya Dewan Pers hanya berperan sebagai fasilitator, bukan legislator apa lagi sebagai eksikutor.

Jangan sampai keputusan Dewan Pers mengakibatkan terjadinya perpecahan sesama insan Pers, organisasi Pers dan perusahaan Pers.

Untuk itu, kita para insan pers, agar bagaimana dapat melaksanakan kegiatan jurnalistiknya dengan profesional dan terbuka sebagaimana fungsi, hak dan kewajibannya.

Serta peranannya dengan tetap menghormati hak azasi setiap orang yang telah dijamin oleh Undang-undang.

Meminta kepada Dewan Pers untuk kembali meningkatkan kehidupan Pers Nasional sesuai tujuan dibentuk Dewan Pers yang independen berdasarkan UU RI NOMOR 40 TAHUN 1999 TENTANG PERS (BAB V Pasal 15), demikian.

(Zoelnasti)

BACA JUGA   Seorang Ayah Nekat Ajak 1 Anaknya Merampok Harta PNS
Artikulli paraprakPutri Candrawathi Istri Ferdy Sambu Resmi Ditahan
Artikulli tjetërAnak Kandung 8 Tahun di Kobar Dicabuli Bapak Bejat