Beranda DAERAH Kabupaten Seruyan Tonase Angkutan CPO 2023 Harus Dibatasi Pemkab Seruyan

Tonase Angkutan CPO 2023 Harus Dibatasi Pemkab Seruyan

Tonase Angkutan
Bupati Seruyan Yulhaidir
Tonase Angkutan Crude Palm Oil (CPO) yang bertonase berat, yang melintasi jalan negara , akan dibatasi oleh Pemerintak Kabupaten (Pemkab) Seruyan, sejak Januari 2023 akan dibatasi.

Hal ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi  terjadinya kerusakan jalan, Pemerintah Kabupaten Seruyan akan melakukan pembatasa tonase  angkutan CPO atau Tandan Buah Segar (TBS) dari perusahaan besar swasta (PBS) kelapa sawit di wilayah setempat terhitung tanggal 1 Januari 2023 mendatang.

Sebagaimana yang disampaikan Bupati Seruyan, Yulhaidir, saat melaksanakan rapat bersama instansi terkait termasuk pihak Perusahaan Besar Swasta (PBS) kelapa sawit terkait kebijakan yang akan diambil oleh pemerintah setempat.

BACA JUGA   Bupati Seruyan Resmi Buka Seruyan Expo 2022

Yulhaidir mengatakan, rapat itu membahas terkait pengendalian penggunaan ruas jalan yakni Jalan Simpang Bangkal ke Desa Bangkal, Ruas Jalan Simpang Bangkal ke Desa Telaga Pulang dan Ruas Jalan Simpang Telaga Pulang ke Kuala Pembuang, serta ruas Jalan Km. 69 ke Desa Terawan di Kabupaten Seruyan.

Rapat dihadiri pihak Polres Seruyan, Perwira Penghubung 1015 Kodim Sampit, Kejaksaan Negeri Seruyan, Camat, Kepala Desa serta Manajemen PT Hamparan Massawit Bangun Persada, PT Salonok Ladang Mas, PT Gawi Bahandep Sawit Mekar dan PT Mega Ika Khansa.

“Keputusan dan kesimpulan dari rapat ini diantaranya Pemerintah Kabupaten Seruyan menyampaikan bahwa sejak tanggal 1 Januari 2023, ruas jalan tersebut dilarang dilewati oleh angkutan CPO dan atau TBS yang melebihi muatan tonase sebesar 8 Ton,” katanya, Rabu, 23 November 2022.

BACA JUGA   Reskrim Polsek Seruyan Hilir Bekuk 1 Orang Pengedar Sabu

Pembatasan angkutan CPO dan PBS dimaksudkan untuk mengurangi kerusakan ruas ruas jalan tersebut. Sedangkan untuk angkutan sembako dan angkutan barang diperbolehkan memuat melebihi 8 ton sepanjang tidak dilakukan setiap hari.

Yulhaidir menambahkan, apabila terjadi kerusakan pada ruas jalan dimaksud, maka para pihak yang menyepakati akan bersama sama melakukan perbaikan pada ruas jalan yang mengalami kerusakan.

“Mudah mudahan dengan langkah  dan upaya dalam membatasi tonase angkutan yang melewati ruas jalan tersebut, kondisi jalan bisa lebih tahan lama dan terpelihara, “ tandasnya.

BACA JUGA   Legislator Desak Penegak Hukum Untuk Telisik Perizinan PT. KMA
Artikulli paraprakNelayan Dapat Bantuan 800 Mesin BBG dari Pemkab Seruyan
Artikulli tjetërPutusan Kasasi MA, Akhirnya Saleh Divonis 7 Tahun Penjara